SEKAYU -- Massa menggelar aksi demo di depan kantor Bupati Muba dan Kantor DPRD Kabupaten Muba, Kamis (29/7) pukul 11.00 menuntut pengembalian sumur gas Suban IV masuk ke dalam wilayah kabupaten Muba.
Massa yang dikoordinir Ikatan Keluarga Kabupaten Musi Banyuasin (IKA Muba) melakukan longmarch dari lapangan depan kampus STIER Sekayu menuju kantor DPRD Kabupaten Muba dan kantor Bupati Muba sebelum melakukan orasi.
Setelah membacakan maklumat dan meminta persetujuan pimpinan dewan massa dipimpin H Chairudin ini lalu bergerak menuju Kantor Bupati Muba, lalu 17 perwakilan langsung menghadap Bupati Muba H Pahri Azhari.
Chairudin mengatakan keinginan mereka melakukan yudisial review ke Mahkamah Agung atas keluarnya Keputusan Mendagri Nomor 63 Tahun 2007 yang menetapkan bagi hasil migas diterima kabupaten Musirawas.
Yudisial review ini diharapkan mendapat dukungan dan persetujuan dari bupati Muba. Setelah mempelajari maklumat dan dukungan yudisial review ini, Bupati Muba H Pahri Azhari lalu menyetujui diadakanya yudisial review atas putusan Mendagri tersebut.
"Saya tidak menarik omongan lagi yudisial review diajukan mengangkat harkat dan martabat masyarakat Kabupaten Muba. Yang ada pada saya hanya pengabdian bagaimana masyarakat Muba ini bisa sejahtera dalam hal kebutuhan hidup," kata Pahri.
Persetujuan yudisial review lalu ditandatangani dan Bupati Muba H Pahri Azhari didampingi tokoh masyarakat Muba lalu mendatangi massa di luar kantor Bupati lalu mendapatkan yel-yel dukungan. Massa membubarkan diri dengan tertib pukul 13.30.
Ahmad Naafi
Sriwijaya Post -- 29 Juli 2010.
Kamis, 29 Juli 2010
Warga Diimbau Pakai Masker.
PALEMBANG-- Kualitas udara di Kota Palembang sudah sangat memprihatinkan. Berdasarkan pemantauan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumsel, sedikitnya ada empat titik sudah melampaui baku mutu sehingga udara yang ada di daerah itu tidak layak lagi digunakan karena dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan.
Kepala BLH Sumsel Ahmad Najib, Kamis (29/7) mengatakan, kerusakan udara paling banyak disebabkan polusi udara yang dihasilkan dari gas buang kendaraan sehingga membuat kawasan Bundaran Air Mancur (BAM), Simpang Empat Charitas, Simpang Empat Patal dan Simpang Empat Bandara SMB II tercemar dan sudah harus dilestarikan.
"Padatnya arus kendaraan membuat udara di empat titik ini telah melampaui baku mutu. Jika terhirup manusia udara yang mengandung CO, timbal dan debu dapat menyebabkan kanker, ganguan pernafasan dan lainnya. Untuk itu, kita harap warga menggunakan masker di titik yang padat dan rawan kemacetan kendaraan," katanya.
Menurutnya, untuk melakukan pengurangan pencemaran di daerah tersebut, pihaknya bekerjasama dengan pihak terkait telah melakukan penanaman pohon, pengurangan atau pembuatan trayek baru bagi kendaraan tua, pemakaian masker untuk menghindari terhisapnya CO atau debu dan lainnya. Dengan begitu, diharapkan pencemaran didaerah tersebut dapat dikurangi sehingga udara yang ada aman untuk dihirup.
Husin
Sriwijaya Post -- 29 Juli 2010.
Kepala BLH Sumsel Ahmad Najib, Kamis (29/7) mengatakan, kerusakan udara paling banyak disebabkan polusi udara yang dihasilkan dari gas buang kendaraan sehingga membuat kawasan Bundaran Air Mancur (BAM), Simpang Empat Charitas, Simpang Empat Patal dan Simpang Empat Bandara SMB II tercemar dan sudah harus dilestarikan.
"Padatnya arus kendaraan membuat udara di empat titik ini telah melampaui baku mutu. Jika terhirup manusia udara yang mengandung CO, timbal dan debu dapat menyebabkan kanker, ganguan pernafasan dan lainnya. Untuk itu, kita harap warga menggunakan masker di titik yang padat dan rawan kemacetan kendaraan," katanya.
Menurutnya, untuk melakukan pengurangan pencemaran di daerah tersebut, pihaknya bekerjasama dengan pihak terkait telah melakukan penanaman pohon, pengurangan atau pembuatan trayek baru bagi kendaraan tua, pemakaian masker untuk menghindari terhisapnya CO atau debu dan lainnya. Dengan begitu, diharapkan pencemaran didaerah tersebut dapat dikurangi sehingga udara yang ada aman untuk dihirup.
Husin
Sriwijaya Post -- 29 Juli 2010.
Kamis, 02 Juli 2009
Nabi Muhammad SAW Model Yang Ideal (2/2).
Sangatlah pantas kalau Michael H Hart, seorang penulis beografi ternama asal Amerika menulis buku "The 100, a Ranking of the Most Influential Persons in Histori/Seratus Tokoh Dunia yang Paling Perpengaruh." Michael Hart menempatkan Nabi Muhammad SAW dalam urutan pertama. Diantara argumen yang dikemukakan adalah Muhammad terlahir dan tumbuh sebagai sebagai yatim piatu dan miskin.
Namun dia berhasil mewariskan kekuasaan politik, peradaban dan mampu mengubah padang pasir tandus dengan tradisi sosialnya yang rusak menjadi pusat dan sumber pencerahan dunia yang gerakan serta pengikutnya masih terus berkembang sampai sekarang.
Tidak diragukan lagi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pribadi yang paling cemerlang dalam sejarah bangsa Arab. Dalam dirinya terhimpun berbagai sifat yang tidak dimiliki oleh siapapun, baik pribadi sebagai seorang pembawa risalah kebenaran, panglima perang, pimpinan negara, ekonom terkemuka, orator ulung, guru favorit bagi sahabatnya atau murid pembelajar dari Dzat Yang Maha Alim, berilmu.
<-- Sebelum
Sriwijaya Post/Opini.
Namun dia berhasil mewariskan kekuasaan politik, peradaban dan mampu mengubah padang pasir tandus dengan tradisi sosialnya yang rusak menjadi pusat dan sumber pencerahan dunia yang gerakan serta pengikutnya masih terus berkembang sampai sekarang.
Tidak diragukan lagi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pribadi yang paling cemerlang dalam sejarah bangsa Arab. Dalam dirinya terhimpun berbagai sifat yang tidak dimiliki oleh siapapun, baik pribadi sebagai seorang pembawa risalah kebenaran, panglima perang, pimpinan negara, ekonom terkemuka, orator ulung, guru favorit bagi sahabatnya atau murid pembelajar dari Dzat Yang Maha Alim, berilmu.
<-- Sebelum
Sriwijaya Post/Opini.
Rabu, 01 Juli 2009
Nabi Muhammad SAW Model Yang Ideal (1/2).
Oleh : Masagus A Fauzan SQ S.Sos.I Pengurus Yayasan Kiai Marogan
Sosok Nabi Muhammad SAW sangat gamblang dalam sorotan sejarah. Tidak ada bagian hidupnya yang remang-remang sebagaimana Nabi terdahulu atau tokoh dunia lainnya. Banyak orang tertarik pada ajaran beliau karena pribadinya yang menarik. Tutur katanya sulit ditolak akal sehat dan hatinya yang jujur. Ia hanya berkata yang benar dan bila ia berjanji ia selalu memenuhinya. Dan ia memuji orang jujur dan yang memenuhi janji.
Bahkan di mata penduduk Quraisy sendiri, sejak remaja Nabi Muhammad SAW sudah mereka kenal sebagai sosok remaja Al-Amin (jujur, dapat dipercaya). Tatkala pembesar Quraisy akan memasang Hajarul Aswad ditempatnya terjadi pertengkaran untuk menentukan klan mana yang akan mendapatkan kehormatan memindahkannya.
Akhirnya mereka sepakat menyerahkan keputusan itu kepada Muhammad karena mereka telah mengenalnya sebagai seorang yang bijak dan adil. Muhammad lalu mengambil kain, meletakkan batu itu diatasnya dan mengajak semua anggota klan memegang pinggir kain itu, mengangkatnya bersama-sama ke pojok timur sampai ke "lobang" yang disiapkan. Setelah itu ia memegang batu itu dan memasukkan ketempatnya.
Tatkala ia menerima wahyu pada umur 40 tahun, wahyu pertama yang diturunkan adalah perintah Allah agar manusia membaca dan menulis. Di bagian lain ia membaca ia membacakan ayat Al-Qur'an yang menegur manusia agar berfikir, berkontemplasi dan mengamati alam ciptaan-Nya. Kemudian Allah SWT mengagungkan manusia sebagai makhluk yang berakal dan menegurnya dengan kata-kata "Hai pemilik akal." Di bagian lain Allah mengatakan bahwa hanya orang berilmulah yang benar-benar bertakwa kepada-Nya.
Rasulullah SAW juga menganjurkan ummatnya agar mengejar ilmu walau harus menyusul sampai ke negeri Cina sekalipun. Dalam kehidupan rumah tangga cara hidupnya bersahaja. Beliau membantu pekerjaan rumah, menisik baju, mendandani sandal, menimba air, mencuci pakaian atau memerah susu kambing sembari tetap menjadi penggembala. Pribadi beliau mampu menaklukkan hati kawan dengan cinta kasih dan kelembutan budi serta menggentarkan lawan karena semangat dan strategi tempurnya yang sangat tinggi dan piawai.
Selain seorang Rasul, beliau adalah model ideal bagi siapa saja, termasuk orang yang ingin membina persahabatan, pendidik atau belajar. Menurut M Quraish Shihab, Nabi SAW dipanggil dengan sapaan sahabat di dalam surah An-Najm ayat 2, untuk mengingatkan kepada bahwa Nabi SAW adalah sahabat kita yang sejati. Yang disaat akhir sakaratul mautnya masih memikirkan nasib ummatnya dengan bisikkan ; ummati (ummatku) ummati (ummatku). Kendati mereka baru lahir di dunia ribuan tahun sesudahnya.
Salah satu bagian dari misi rahmat beliau adalah menjadi sahabat yang paling baik bagi setiap setiap orang. Nabi Muhammad SAW adalah orang yang sangat melayani hak-hak sahabatnya dengan perkataan dan perbuatan. Beliau menjaga mulutnya dari perkataan yang menyakitkan sahabatnya, beliau menjaga rahasia para sahabatnya, beliau tidak memanggil para sahabat dengan panggilan yang mereka tidak sukai, beliau membantu meringankan beban sahabatnya dan sebagainya.
Rasulullah SAW di utus sebagai rahmat bagi semesta alam. Dari diri beliau memancar kasih sayang yang akan dirasakan oleh semua, baik manusia, hewan, tumbuhan maupun semesta alam, baik yang mengenal beliau langsung maupun tidak langsung, baik pada zaman ketika beliau hidup maupun zaman sekarang dan hingga akhir zaman.
Melalui ayat-ayat Al-Qur'an beliau menyampaikan bahwa berbagai suku dan bangsa, lidah dan warna kulit diciptakan untuk saling kenal dan merupakan agen persahabatan. Yang paling mulia adalah yang paling bertakwa. Di satu kesempatan dalam perjalanan haji beliau berkata orang Arab tidak lebih mulia dari yang bukan Arab. Ummat manusia adalah ummat yang satu.
Suku-suku yang saling membunuh selama ribuan tahun telah bergabung dalam agama perdamaian, keselamatan dan cinta kasih. Dengan di dahului Al-Qur'an yang dibawanya, ditulislah ratusan ribu buku dalam segala bidang ilmu di tengah bangsa yang selama ribuan tahun tidak pernah menulis dan membaca sebuah buku apapun.
Lanjut -->
Sosok Nabi Muhammad SAW sangat gamblang dalam sorotan sejarah. Tidak ada bagian hidupnya yang remang-remang sebagaimana Nabi terdahulu atau tokoh dunia lainnya. Banyak orang tertarik pada ajaran beliau karena pribadinya yang menarik. Tutur katanya sulit ditolak akal sehat dan hatinya yang jujur. Ia hanya berkata yang benar dan bila ia berjanji ia selalu memenuhinya. Dan ia memuji orang jujur dan yang memenuhi janji.
Bahkan di mata penduduk Quraisy sendiri, sejak remaja Nabi Muhammad SAW sudah mereka kenal sebagai sosok remaja Al-Amin (jujur, dapat dipercaya). Tatkala pembesar Quraisy akan memasang Hajarul Aswad ditempatnya terjadi pertengkaran untuk menentukan klan mana yang akan mendapatkan kehormatan memindahkannya.
Akhirnya mereka sepakat menyerahkan keputusan itu kepada Muhammad karena mereka telah mengenalnya sebagai seorang yang bijak dan adil. Muhammad lalu mengambil kain, meletakkan batu itu diatasnya dan mengajak semua anggota klan memegang pinggir kain itu, mengangkatnya bersama-sama ke pojok timur sampai ke "lobang" yang disiapkan. Setelah itu ia memegang batu itu dan memasukkan ketempatnya.
Tatkala ia menerima wahyu pada umur 40 tahun, wahyu pertama yang diturunkan adalah perintah Allah agar manusia membaca dan menulis. Di bagian lain ia membaca ia membacakan ayat Al-Qur'an yang menegur manusia agar berfikir, berkontemplasi dan mengamati alam ciptaan-Nya. Kemudian Allah SWT mengagungkan manusia sebagai makhluk yang berakal dan menegurnya dengan kata-kata "Hai pemilik akal." Di bagian lain Allah mengatakan bahwa hanya orang berilmulah yang benar-benar bertakwa kepada-Nya.
Rasulullah SAW juga menganjurkan ummatnya agar mengejar ilmu walau harus menyusul sampai ke negeri Cina sekalipun. Dalam kehidupan rumah tangga cara hidupnya bersahaja. Beliau membantu pekerjaan rumah, menisik baju, mendandani sandal, menimba air, mencuci pakaian atau memerah susu kambing sembari tetap menjadi penggembala. Pribadi beliau mampu menaklukkan hati kawan dengan cinta kasih dan kelembutan budi serta menggentarkan lawan karena semangat dan strategi tempurnya yang sangat tinggi dan piawai.
Selain seorang Rasul, beliau adalah model ideal bagi siapa saja, termasuk orang yang ingin membina persahabatan, pendidik atau belajar. Menurut M Quraish Shihab, Nabi SAW dipanggil dengan sapaan sahabat di dalam surah An-Najm ayat 2, untuk mengingatkan kepada bahwa Nabi SAW adalah sahabat kita yang sejati. Yang disaat akhir sakaratul mautnya masih memikirkan nasib ummatnya dengan bisikkan ; ummati (ummatku) ummati (ummatku). Kendati mereka baru lahir di dunia ribuan tahun sesudahnya.
Salah satu bagian dari misi rahmat beliau adalah menjadi sahabat yang paling baik bagi setiap setiap orang. Nabi Muhammad SAW adalah orang yang sangat melayani hak-hak sahabatnya dengan perkataan dan perbuatan. Beliau menjaga mulutnya dari perkataan yang menyakitkan sahabatnya, beliau menjaga rahasia para sahabatnya, beliau tidak memanggil para sahabat dengan panggilan yang mereka tidak sukai, beliau membantu meringankan beban sahabatnya dan sebagainya.
Rasulullah SAW di utus sebagai rahmat bagi semesta alam. Dari diri beliau memancar kasih sayang yang akan dirasakan oleh semua, baik manusia, hewan, tumbuhan maupun semesta alam, baik yang mengenal beliau langsung maupun tidak langsung, baik pada zaman ketika beliau hidup maupun zaman sekarang dan hingga akhir zaman.
Melalui ayat-ayat Al-Qur'an beliau menyampaikan bahwa berbagai suku dan bangsa, lidah dan warna kulit diciptakan untuk saling kenal dan merupakan agen persahabatan. Yang paling mulia adalah yang paling bertakwa. Di satu kesempatan dalam perjalanan haji beliau berkata orang Arab tidak lebih mulia dari yang bukan Arab. Ummat manusia adalah ummat yang satu.
Suku-suku yang saling membunuh selama ribuan tahun telah bergabung dalam agama perdamaian, keselamatan dan cinta kasih. Dengan di dahului Al-Qur'an yang dibawanya, ditulislah ratusan ribu buku dalam segala bidang ilmu di tengah bangsa yang selama ribuan tahun tidak pernah menulis dan membaca sebuah buku apapun.
Lanjut -->
Jumat, 29 Mei 2009
Meneladani Allah Yang Maha Luas.

Oleh: K. H. Abdullah Gymnastiar.
Ingin jadi orang bijak, ingin bahagia dan mulia, maka luaskanlah ilmu, wawasan, dan pengalaman. Kalau kita kaya dengan ilmu maka dunia dengan sendirinya akan menghampiri kita. Al-Waasi' adalah satu sifat Allah yang tercantum dalam Asma'ul Husna, yang artinya Allah Yang Maha Luas. Kata Al-Waasi' tersusun dari huruf Wau, Syin, dan 'Ain. Setiap kata yang tersusun dari huruf-huruf ini menjadi antonim dari sempit atau sulit. Dari sini lahir makna-makna seperti "kaya," "mampu," "luas," "meliputi," "langkah panjang," dan sebagainya.
Allah Adalah Dzat Yang Maha Luas. Luasnya kekuasaan Allah sungguh tidak terbatas, meliputi semua yang ada di langit dan di bumi. Allah Maha Luas Keagungan-Nya. Sehingga Ia kuasa memuliakan siapa saja yang Ia kehendaki tanpa berkurang kemuliaan-Nya. Allah Maha Luas rezeki-Nya, sehingga Ia mampu memberikan karunia kepada semua makhluk tanpa berkurang sedikitpun kekayaan-Nya. Allah Maha Luas ilmu-Nya, sehingga Ia mengetahui segala sesuatu tentang ciptaan-Nya sampai hal sekecil-kecilnya. Ia mengetahui lintasan hati manusia. Ia mengetahui jalannya seekor semut hitam yang merayap di batu hitam saat tengah malam yang kelam.
Ternyata, luas-Nya Allah itu berbeda dengan luasnya manusia. Luasnya dalam pandangan manusia selalu di batasi ukuran. Lapangan sepakbola itu luas, namun bisa dihitung dalam meter. Seorang profesor pasti memiliki ilmu yang luas, namun luasnya ilmu profesor pasti berbatas dan hanya pada satu segi. Luasnya dalam pandangan Allah tidak dibatasi ukuran atau dimensi waktu. Ia "Laitsa kamitslihi syai'un; tidak bisa di serupai makhluk." Intinya, segala sesuatu yang ada dialam semesta ini ada dalam genggaman Allah. Allah mengetahui segala sesuatu di alam ini.
Hikmah apa yang bisa kita ambil dari sifat Allah ini? Kita layak meniru sifat Allah ini dengan meluaskan ilmu, pengetahuan, dan wawasan dengan banyak menyimak, membaca dan bergaul dengan para ulama. Makin luas ilmu kita, akan makin bijak pula kita, makin mudah menghadapi hidup, dan makin paham pula kita akan arah hidup. Keluasan ilmu dan pengetahuan akan memudahkan kita menyikapi masalah dengan cara tepat. Ingin jadi orang bijak, ingin bahagia dan mulia, maka luaskanlah ilmu, wawasan dan pengalaman. Kalau kita kaya dengan ilmu, maka dunia dengan sendirinya akan menghampiri kita.
Dengan meneladani sifat Al-Waasi' ini, kita pun harus belajar mengubah sudut pandang kita dalam hidup. Jangan memandang harta diatas segalanya. Harta memang rizki dari Allah, tapi itu adalah tingkatan yang paling rendah. Kekayaan ilmu, kekayaan hati yang bersumber dari kekayaan iman jauh lebih tinggi di atas harta. Karena itu, kita jangan bangga dengan sesuatu yang rendah. Kita harus memiliki keluasan hati. Suasana hati akan menentukan bahagia tidaknya hidup kita. Sehingga kita harus melatihnya agar senantiasa lapang.
Berlatih untuk tidak mudah tersinggung, tidak mendramatisir masalah, mudah memaafkan, dan menyadari bahwa yang dilakukan orang lain tidak akan selalu sesuai dengan kehendak kita, adalah sebagian cara untuk mendapatkan kelapangan hati. Makin luas sebuah lapangan, makin sulit terjadi gesekkan, ilustrasinya, dilapangan yang luas kita tidak takut dengan seekor tikus, kecoa, atau ular. Namun, akan beda rasanya jika kita bersama hewan-hewan tersebut di kamar kecil. Rumusnya "2B2L" dapat pula dijadikan formula untuk menciptakan keluasan hati, terutama saat bergaul dengan orang lain. "B" pertama bijak terhadap kekurangan dan kesalahan, "B" kedua adalah berani mengakui kelebihan jasa orang lain. "L" pertama adalah melupakan jasa atau kebaikan diri. Dan "L" kedua adalah mampu melihat kekurangan dan kesalahan diri. "Wallahu a'lam."
Rabu, 25 Februari 2009
Kirimlah Hadiah & Jauhi Perdebatan.

Nabi Muhammad SAW, sudah mengisyaratkan bahwa berkiriman itu akan menambah rasa sayang dam memang kenyataannyapun demikian. Bila ada yang berkirim sesuatu yang bermanfaat bagi kita, pada umumnya akan senang hati dan merasa hutang budi, cenderung lebih memaafkan dan mempererat hubungan. Oleh karena itu, kita harus memiliki program mengadaan dana untuk hadiah kepada orang tua, tetangga, kawan dekat, dan siapapun yang kita harapkan dapat bersinergi dalam ukhuwah ini. Tentu saja semuanya ini harus sangat terjaga, keikhlasannya. Biasakanlah setiap kali memiliki makanan, tetanggapun ikut menikmatinya. Jauh sangat lebih baik kita makan hanya separuh dari makanan sendiri dan sebagian yang lain dinikmati saudara seiman lainnya dari pada kenyang sendiri dan orang lain tak mendapatkan apapun.
Jujur saja sebetulnya perdebatan yang banyak terjadi tampaknya bukan sedang mencari kebenaran tapi lebih dekat kepada mencari kemenangan pendapatnya sendiri, hal ini tampak dari cara dan bentuk percakapannya yang lebih menjurus pada berbantah-bantahan secara emosi, kata yang saling menyerang dan bau permusuhan saling menyudutkan, jauh dari cara kajian ilmiah yang penuh etika. Maka sekiranya kiata ada dalam situasi yang tak sehat ini menghindar dari berdebat bukanlah suatu tindakan menghindar dari kebenaran, melainkan menghindar dari peluang bangkit dan berkobarnya suasana permusuhan, berpalinglah dan carilah topik bahasan yang lebih mempersatukan. Tentu saja bukan tidak boleh mengadakan diskusi pemecahan masalah, namun harus didasari kesiapan mental yang baik, kesiapan ilmu yang memadai, dan kesiapan mendengar serta berbicara yang baik pula, Insya Allah akan datang petunjuk Allah dalam mencari kebenaran.
Sabtu, 25 Oktober 2008
Hikmah Dibalik Silaturrahmi.
Rahmat dan kasih sayang Allah akan menjauh bila tali silaturrahmi sudah terputus diantara kita. Rasulullah SAW bersabda; "Sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu kaum yang didalamnya ada orang yang memutuskan tali persaudaraan."
Seorang sahabat yang bernama Abu Afwa pernah berkisah. Ketika itu, kami berkumpul dengan Rasulullah SAW. Tiba-tiba Beliau bersabda; "Jangan duduk bersamaku hari ini orang yang memutuskan tali silaturrahmi." Setelah itu seorang pemuda berdiri dan meninggalkan majelis Rasul. Rupanya sudah beberapa lama ia memendam permusuhan dengan bibinya. Ia pun segera meminta maaf kepada bibinya, dan bibinya pun memaafkannya. Ia pun kembali kemajelis Rasulullah SAW dengan hati yang lapang.
Saudaraku, bagaimana mungkin hidup kita akan tenang jika dihati kita masih tersimpan kebencian dan rasa permusuhan. Perhatikan keluarga kita, kaum yang kecil dalam masyarakat. Bila didalamnya ada beberapa orang saja yang sudah tidak saling tegur sapa, saling menjauhi, apalagi jikalau dibelakang sudah saling mencaci, menfitnah, maka rahmat Allah akan dijauhkan dari rumah tersebut. Dalam skala luas, dalam lingkup sebuah negara. Bila didalamnya sudah ada kelompok yang saling jegal, saling fitnah, atau saling menjatuhkan, maka dikhawatirkan bangsa tersebut akan semakin jauh dari rahmat dan pertolongan Allah SWT.
Dari sini kita bisa pahami kenapa Rasulullah tidak menoleransi sekecil apa pun berbuatan yang bisa menimbulkan perpecahan dan permusuhan. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda; "Berhati-hatilah kalian terhadap prasangka, karena itu sedusta-dustanya cerita. Jangan pula menyelidiki, memata-matai, dan menjerumuskan orang lain. Dan janganlah saling menghasut, saling membenci, dan janganlah saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba Allah yang bersaudara." (HR. Bukhari dan Muslim).
Saudaraku, silaturrahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya tali silaturrahmi, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Ini sangat penting. Sebab, bagaimanapun besarnya umat Islam secara kuantitatif, sama sekali tidak ada artinya, laksana buih dilautan yang mudah diombang-ambingkan gelombang, bila didalamnya tidak ada persatuan dan kerja sama untuk taat kepada Allah SWT.
Seorang sahabat yang bernama Abu Afwa pernah berkisah. Ketika itu, kami berkumpul dengan Rasulullah SAW. Tiba-tiba Beliau bersabda; "Jangan duduk bersamaku hari ini orang yang memutuskan tali silaturrahmi." Setelah itu seorang pemuda berdiri dan meninggalkan majelis Rasul. Rupanya sudah beberapa lama ia memendam permusuhan dengan bibinya. Ia pun segera meminta maaf kepada bibinya, dan bibinya pun memaafkannya. Ia pun kembali kemajelis Rasulullah SAW dengan hati yang lapang.
Saudaraku, bagaimana mungkin hidup kita akan tenang jika dihati kita masih tersimpan kebencian dan rasa permusuhan. Perhatikan keluarga kita, kaum yang kecil dalam masyarakat. Bila didalamnya ada beberapa orang saja yang sudah tidak saling tegur sapa, saling menjauhi, apalagi jikalau dibelakang sudah saling mencaci, menfitnah, maka rahmat Allah akan dijauhkan dari rumah tersebut. Dalam skala luas, dalam lingkup sebuah negara. Bila didalamnya sudah ada kelompok yang saling jegal, saling fitnah, atau saling menjatuhkan, maka dikhawatirkan bangsa tersebut akan semakin jauh dari rahmat dan pertolongan Allah SWT.
Dari sini kita bisa pahami kenapa Rasulullah tidak menoleransi sekecil apa pun berbuatan yang bisa menimbulkan perpecahan dan permusuhan. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda; "Berhati-hatilah kalian terhadap prasangka, karena itu sedusta-dustanya cerita. Jangan pula menyelidiki, memata-matai, dan menjerumuskan orang lain. Dan janganlah saling menghasut, saling membenci, dan janganlah saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba Allah yang bersaudara." (HR. Bukhari dan Muslim).
Saudaraku, silaturrahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya tali silaturrahmi, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Ini sangat penting. Sebab, bagaimanapun besarnya umat Islam secara kuantitatif, sama sekali tidak ada artinya, laksana buih dilautan yang mudah diombang-ambingkan gelombang, bila didalamnya tidak ada persatuan dan kerja sama untuk taat kepada Allah SWT.
Langganan:
Postingan (Atom)















