5

5

Sabtu, 25 Oktober 2008

Hikmah Dibalik Silaturrahmi.

Rahmat dan kasih sayang Allah akan menjauh bila tali silaturrahmi sudah terputus diantara kita. Rasulullah SAW bersabda; "Sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu kaum yang didalamnya ada orang yang memutuskan tali persaudaraan."

Seorang sahabat yang bernama Abu Afwa pernah berkisah. Ketika itu, kami berkumpul dengan Rasulullah SAW. Tiba-tiba Beliau bersabda; "Jangan duduk bersamaku hari ini orang yang memutuskan tali silaturrahmi." Setelah itu seorang pemuda berdiri dan meninggalkan majelis Rasul. Rupanya sudah beberapa lama ia memendam permusuhan dengan bibinya. Ia pun segera meminta maaf kepada bibinya, dan bibinya pun memaafkannya. Ia pun kembali kemajelis Rasulullah SAW dengan hati yang lapang.

Saudaraku, bagaimana mungkin hidup kita akan tenang jika dihati kita masih tersimpan kebencian dan rasa permusuhan. Perhatikan keluarga kita, kaum yang kecil dalam masyarakat. Bila didalamnya ada beberapa orang saja yang sudah tidak saling tegur sapa, saling menjauhi, apalagi jikalau dibelakang sudah saling mencaci, menfitnah, maka rahmat Allah akan dijauhkan dari rumah tersebut. Dalam skala luas, dalam lingkup sebuah negara. Bila didalamnya sudah ada kelompok yang saling jegal, saling fitnah, atau saling menjatuhkan, maka dikhawatirkan bangsa tersebut akan semakin jauh dari rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Dari sini kita bisa pahami kenapa Rasulullah tidak menoleransi sekecil apa pun berbuatan yang bisa menimbulkan perpecahan dan permusuhan. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda; "Berhati-hatilah kalian terhadap prasangka, karena itu sedusta-dustanya cerita. Jangan pula menyelidiki, memata-matai, dan menjerumuskan orang lain. Dan janganlah saling menghasut, saling membenci, dan janganlah saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba Allah yang bersaudara." (HR. Bukhari dan Muslim).

Saudaraku, silaturrahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya tali silaturrahmi, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Ini sangat penting. Sebab, bagaimanapun besarnya umat Islam secara kuantitatif, sama sekali tidak ada artinya, laksana buih dilautan yang mudah diombang-ambingkan gelombang, bila didalamnya tidak ada persatuan dan kerja sama untuk taat kepada Allah SWT.

Tidak ada komentar: