5

5

Rabu, 01 Juli 2009

Nabi Muhammad SAW Model Yang Ideal (1/2).

Oleh : Masagus A Fauzan SQ S.Sos.I Pengurus Yayasan Kiai Marogan

Sosok Nabi Muhammad SAW sangat gamblang dalam sorotan sejarah. Tidak ada bagian hidupnya yang remang-remang sebagaimana Nabi terdahulu atau tokoh dunia lainnya. Banyak orang tertarik pada ajaran beliau karena pribadinya yang menarik. Tutur katanya sulit ditolak akal sehat dan hatinya yang jujur. Ia hanya berkata yang benar dan bila ia berjanji ia selalu memenuhinya. Dan ia memuji orang jujur dan yang memenuhi janji.

Bahkan di mata penduduk Quraisy sendiri, sejak remaja Nabi Muhammad SAW sudah mereka kenal sebagai sosok remaja Al-Amin (jujur, dapat dipercaya). Tatkala pembesar Quraisy akan memasang Hajarul Aswad ditempatnya terjadi pertengkaran untuk menentukan klan mana yang akan mendapatkan kehormatan memindahkannya.

Akhirnya mereka sepakat menyerahkan keputusan itu kepada Muhammad karena mereka telah mengenalnya sebagai seorang yang bijak dan adil. Muhammad lalu mengambil kain, meletakkan batu itu diatasnya dan mengajak semua anggota klan memegang pinggir kain itu, mengangkatnya bersama-sama ke pojok timur sampai ke "lobang" yang disiapkan. Setelah itu ia memegang batu itu dan memasukkan ketempatnya.

Tatkala ia menerima wahyu pada umur 40 tahun, wahyu pertama yang diturunkan adalah perintah Allah agar manusia membaca dan menulis. Di bagian lain ia membaca ia membacakan ayat Al-Qur'an yang menegur manusia agar berfikir, berkontemplasi dan mengamati alam ciptaan-Nya. Kemudian Allah SWT mengagungkan manusia sebagai makhluk yang berakal dan menegurnya dengan kata-kata "Hai pemilik akal." Di bagian lain Allah mengatakan bahwa hanya orang berilmulah yang benar-benar bertakwa kepada-Nya.

Rasulullah SAW juga menganjurkan ummatnya agar mengejar ilmu walau harus menyusul sampai ke negeri Cina sekalipun. Dalam kehidupan rumah tangga cara hidupnya bersahaja. Beliau membantu pekerjaan rumah, menisik baju, mendandani sandal, menimba air, mencuci pakaian atau memerah susu kambing sembari tetap menjadi penggembala. Pribadi beliau mampu menaklukkan hati kawan dengan cinta kasih dan kelembutan budi serta menggentarkan lawan karena semangat dan strategi tempurnya yang sangat tinggi dan piawai.

Selain seorang Rasul, beliau adalah model ideal bagi siapa saja, termasuk orang yang ingin membina persahabatan, pendidik atau belajar. Menurut M Quraish Shihab, Nabi SAW dipanggil dengan sapaan sahabat di dalam surah An-Najm ayat 2, untuk mengingatkan kepada bahwa Nabi SAW adalah sahabat kita yang sejati. Yang disaat akhir sakaratul mautnya masih memikirkan nasib ummatnya dengan bisikkan ; ummati (ummatku) ummati (ummatku). Kendati mereka baru lahir di dunia ribuan tahun sesudahnya.

Salah satu bagian dari misi rahmat beliau adalah menjadi sahabat yang paling baik bagi setiap setiap orang. Nabi Muhammad SAW adalah orang yang sangat melayani hak-hak sahabatnya dengan perkataan dan perbuatan. Beliau menjaga mulutnya dari perkataan yang menyakitkan sahabatnya, beliau menjaga rahasia para sahabatnya, beliau tidak memanggil para sahabat dengan panggilan yang mereka tidak sukai, beliau membantu meringankan beban sahabatnya dan sebagainya.

Rasulullah SAW di utus sebagai rahmat bagi semesta alam. Dari diri beliau memancar kasih sayang yang akan dirasakan oleh semua, baik manusia, hewan, tumbuhan maupun semesta alam, baik yang mengenal beliau langsung maupun tidak langsung, baik pada zaman ketika beliau hidup maupun zaman sekarang dan hingga akhir zaman.

Melalui ayat-ayat Al-Qur'an beliau menyampaikan bahwa berbagai suku dan bangsa, lidah dan warna kulit diciptakan untuk saling kenal dan merupakan agen persahabatan. Yang paling mulia adalah yang paling bertakwa. Di satu kesempatan dalam perjalanan haji beliau berkata orang Arab tidak lebih mulia dari yang bukan Arab. Ummat manusia adalah ummat yang satu.

Suku-suku yang saling membunuh selama ribuan tahun telah bergabung dalam agama perdamaian, keselamatan dan cinta kasih. Dengan di dahului Al-Qur'an yang dibawanya, ditulislah ratusan ribu buku dalam segala bidang ilmu di tengah bangsa yang selama ribuan tahun tidak pernah menulis dan membaca sebuah buku apapun.

Lanjut -->

Tidak ada komentar: