<-- sebelum.
Ada pun Allah SWT menjadikan dunia dengan satu bentuk.
Dunia: "Wahai orang yang maksiat adakah kamu tidak malu kepadaku? Kamu berbuat dosa di dunia, dan kamu tidak mencegah dirimu dari kemaksiatan. Sesungguhnya kamu membutuhkan aku, tapi aku tidak membutuhkan kamu. Kamu tidak mau membedakan yang halal dan yang haram. Kamu beranggapan tidak akan meninggalkan dunia. Sesungguhnya aku bebar dari kamu dan dari amalanmu."
Orang itu melihat hartanya sudah berada dan sudah menjadi milik orang lain.
Harta: "Wahai orang-orang yang maksiat, kamu mencari aku tanpa hak dan kamu tidak membelanjakan aku serta tidak menyedekahkan aku kepada fakir miskin. Pada hari ini telah tiba menjadi milik orang lain dari kamu.
Demikianlah sebagaimana firman Allah SWT: "(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (QS. As-Syu'ara: 88-89)
Orang-orang berkata, sebagaimana firman Allah SWT: "Dia berkata;"Ya Tuhan ku kembalikanlah aku (kedunia) *). Agar aku berbuat amal shaleh dalam hal yang telah aku lalaikan." (QS. Al-Mu'minuun: 99-100)
Allah SWT berfirman: "Apabila telah datang ajal mereka, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya." (QS. Yunus: 49)
Kemudian ia mencabut nyawa seorang. Jika ia orang mukmin, maka ia dalam kebahagiaan. Dan jika ia kafir ataupun munafik, pasti dalam kecelakaan.
Keterangan:
*) Maksudnya: Orang-orang kafir di waktu menghadapi sakaratul maut, minta supaya diperpanjang umur mereka, agar mereka dapat beriman.
Selasa, 14 Oktober 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar